inSpiRasi biSa datang dari maNa saJa


Sabtu, 19 Maret 2011

mengapa wanita mudah menangis??

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab aku wanita".



"Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti....". Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas". Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.



Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"



Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu.



Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa. Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.



Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak. Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya.

Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.



Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan.



Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan".

10 komentar:

  1. i've been ur follower :)
    Di dalam tubuhnya yang lemah, wanita memiliki kekuatan yang sangat hebat :D

    BalasHapus
  2. nice post sist... wanita memang lebih peka, dan aku bangga jadi wanita :) meski mudah menangis, bukan berarti wanita lemah.

    BalasHapus
  3. ya, intinya wanita itu cengeng... wkwkwk, piss

    BalasHapus
  4. Wah, saya suka ini, salam kenal ya....gabung froup yag lagi ngetrend buat blooger di FB

    http://www.facebook.com/?sk=messages&tid=1899024002174#!/home.php?sk=group_120411931351779&id=155123771213928&notif_t=like

    BalasHapus
  5. Karena itulah wanita dimuliakan..
    Tes link http://letspeakenglish.info

    BalasHapus
  6. salam bloofe, ini group untuk semua blogger, lagi hangat2xnya Salam Bloofers

    BalasHapus
  7. wanita harus di hargai dan tidak boleh disakiti,..begitupun sebaliknya,,

    aku undang kamu datang ke blog aku juga sempat kamu punya saran dan kritik buat aku,,,

    aku tunggu yachh cez...

    BalasHapus
  8. mekipun wanita mudah menangis namun sebagai seorang cewek, ade' harus mampu menahan air mata itu arena akan ada saat dimana air mata harus dikeluarkan dan ditahan

    BalasHapus
  9. laki-laki juga bisa menangis lho :p

    BalasHapus
  10. diah_ thankz
    zasachi_ sepakat..!!!
    eks_ yeee.....ga' semua kaleee
    blacbox_ ya..ntar Q gabung
    adhyel_ okey
    fadly_ hmmm....
    rio_ selama ia masih manusia dan memili rasa,,siapapun akan menangis,,ntah dia cwe ato cwo'

    BalasHapus